Operasi dan Pemeliharaan Transmisi dan Gardu Induk

1. Operasi dan Pemeliharaan Gardu Induk

Sejalan dengan kemajuan teknologi, maka peralatan dalam gardu induk mengalami modernisasi dan otomatisasi, dalam rangka meningkatkan ke andalannya dalam menyediakan tenaga listrik. Untuk itu diperlukan teknik-teknik khusus bertingkat tinggi. Oleh karena jenis pekerjaannya yang makin luas, dewasa ini tanggung jawab operasi dan pemeliharaan dipisahkan untuk memungkinkan peningkatan system dan tekniknya.

Operasi gardu induk menyangkut supervise, pencatatan, control dan penyetelan kondisi operasi dari semua peralatan; demikian pula patroli harian, perbaikan kecil dan tindakan-tindakan darurat waktu ada gangguan. Tujuan akhir dari tugas-tugas ini adalah untuk mempertahankan pelayanan dengan cara mencegah interupsi penyediaan tenaga listrik dan mempertahankan tegangan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Interupsi dicwgah dengan cara menghindarkan terjadinya gangguan. Bila gangguan tetap terjadi, maka gangguan itu harus dihilangkan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Gangguan pada gardu induk erat sekali hubungannya dengan pemelihraannya. Oleh karena itu, kebijaksanaan pemeliharaan guna menjamin operasi yang stabil harus dijabarkan dari analisa gangguan. Banyaknya gangguan yang terjadi karena karena pemeliharaan yang kurang baik serta peralatan yang rusak. Jadi jelas bahwa banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan guna mencegah terjadinya gangguan. Untuk dapat mengambil kesimpulan yang lebih tepat jumlah peralatan yang terganggu, lamanya peralatan itu bertugas, kondisinya waktu terjadi gangguan dan sebagainya, perlu dipejari lebih mendalam. Pemeliharaan bertujuan meningkatkan hasil kerja (performance) peralatan, deteksi kerusakan secepat mungkin dan mencegah gangguan sebanyak dan seluas mungkin.

2. Pemeliharaan Saluran Transmisi

Tujuan pemeliharaan saluran transmisi adalah agar dimungkinkan penyaluran tenaga listrik secara kontinyu; tujuan ini dicapai dengan memperbaiiki, memulihkan dan menyempurnakan keaadaan peralatan yang rusak atau terkena gangguan yang diketahui dari patroli dan ispeksi. Pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan listrik. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari pekerjaan pada konstruksi penopang, pada isolator dan kawat saluran. Yang terakhir ini dibagi lagi menjadi pekerjaan waktu saluran mati (tanpa tegangan, dead-line maintenance) dan waktu saluran bertegangan (hot-line maintenance). Dalam hal saluran bertegangan perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan pengamanan agar pekerja saluran tidak terkena kejutan listrik.

Top